Double Dodgers: Teknik Bertahan yang Justru Menjadi Senjata Mematikan
Kamu pasti pernah mengalami momen frustasi itu: health bar tinggal sejumput, bos mengeluarkan serangan area yang mustahil dihindari, dan tombol dodge-mu masih dalam cooldown. Game over. Lagi. Tapi bagaimana jika aku bilang ada teknik yang bisa membuatmu hampir kebal, mengubah momen genting itu dari kepanikan menjadi peluang? Itulah kekuatan sebenarnya dari Double Dodgers.
Teknik ini bukan sekadar menekan tombol bergulir dua kali. Itu pemahaman yang keliru dan akan membuatmu terbunuh. Double Dodgers adalah seni membaca pola musuh, memanfaatkan frame invincibility (i-frame) dengan presisi, dan yang paling krusial—mengubah momentum bertahan menjadi serangan balik yang menghancurkan. Di artikel ini, aku akan membongkar teknik ini layer by layer, berdasarkan ratusan jam trial and error di game-game seperti Elden Ring, Monster Hunter, dan Hades. Kamu akan belajar bukan hanya cara menghindar, tapi cara berpikir untuk menghindar.

Mengapa Hanya “Sekali Dodge” Seringkali Tidak Cukup?
Sebelum masuk ke teknis, mari kita pahami dulu filosofinya. Banyak game action modern, terutama RPG dan souls-like, dirancang dengan pola serangan beruntun (combo) dan area-of-effect (AoE) yang dirancang khusus untuk menjebak pemain yang hanya mengandalkan satu kali penghindaran.
- Pola Jebakan (The Trap Pattern): Developer sering membuat serangan pertama sebagai pancingan. Kamu menghindar dengan sukses, lalu lengah. Satu detik kemudian, serangan lanjutan (follow-up) menghantammu tepat di akhir recovery animation dodge-mu. Ini adalah penyebab kematian nomor satu.
- Limiter Mekanis: Beberapa game secara sengaja memberikan i-frame yang sangat singkat pada dodge pertama, tetapi memperpanjangnya sedikit pada dodge kedua jika dilakukan dalam jarak waktu tertentu. Ini bukan bug, tapi fitur tersembunyi untuk pemain yang jeli. Seperti yang dijelaskan dalam patch notes 1.05 untuk Elden Ring [请在此处链接至: Bandai Namco Patch Notes], ada penyesuaian halus pada “roll distance and invincibility frames under consecutive actions.”
- Mengelola Stamina: Di sinilah banyak pemain salah kaprah. Double dodging boros stamina? Tentu. Tapi mati lebih boros lagi. Rahasianya adalah mengetahui kapan harus mengeluarkan biaya stamina itu dan kapan bisa bertahan dengan satu dodge saja.
Anatomi Double Dodge yang Sempurna: Timing, Posisi, dan Intent
Jadi, bagaimana melakukannya dengan benar? Ini bukan soal kecepatan jari, tapi tentang ritme dan antisipasi.
1. The Defensive Double Dodge (Dodge Bertahan)
Ini adalah penggunaan paling dasar untuk bertahan dari kombo.
- Rhythm Over Spam: Jangan tekan tombol beruntun! Dengarkan suara dan lihat animasi. Dodge pertama untuk menghindar serangan awal. Jeda sepersekian detik—cukup lama untuk melihat apakah musuh akan meneruskan kombo, cukup cepat untuk bersiap. Jika serangan kedua datang, itulah saatnya dodge kedua.
- Posisi adalah Segalanya: Dodge pertama harus mengarahkan posisimu ke zona aman. Dodge kedua adalah untuk menyempurnakan posisi itu atau menghindar serangan yang mengejar. Selalu dodge menuju atau menyampingi arah serangan, bukan menjauh buta.
2. The Aggressive Double Dodge (Dodge Agresif) — Jantung Teknik Ini
Inilah “information gain” yang kujanjikan, teknik yang jarang dibahas di panduan biasa. Double dodge bukan akhir, tapi pembukaan. - Dodge-In, Dodge-Out: Gunakan dodge pertama untuk menerobos melalui atau menyampingi serangan musuh, menempatkanmu di samping atau belakang hitbox-nya. Sekarang, kamu dalam posisi menyerang. Tapi jangan serang dulu! Musuh sering punya attack pivot. Gunakan dodge kedua yang sangat singkat untuk mengoreksi posisi akhirmu sekaligus menghindar serangan putaran terakhir, baru kemudian keluarkan seranganmu. Ini membutuhkan keberanian gila.
- Membaca Animasi Cancel: Beberapa bos level tinggi bisa menghentikan kombo di tengah jalan (cancel) untuk mengejutkanmu. Double dodge dengan jeda yang tepat adalah insurance policy terbaik. Jika kombo berlanjut, kamu aman. Jika dia cancel, kamu punya waktu lebih untuk menyerang.
Aplikasi Praktis di Berbagai Genre Game
Teknik ini universal, tetapi eksekusinya berbeda.
- Game Souls-like (Elden Ring, Dark Souls): Di sini, stamina management adalah raja. Double dodge adalah untuk menghadapi kombo cepat seperti milik Malenia. Pro tip: Kombinasikan dengan Quickstep Ash of War untuk i-frame yang lebih panjang pada dodge pertama, membuat dodge kedua lebih mudah.
- Game Action RPG (Monster Hunter: World/Rise): Di Monster Hunter, dodge (roll) memiliki i-frame yang sangat ketat. Double dodge vital untuk menghindar serangan beruntun monster seperti Rathalos. Keberhasilan terbesarku adalah menggunakan double dodge menuju Diablos yang sedang charge, mendarat di samping kakinya, dan menghancurkan tanduknya.
- Game Roguelike Action (Hades): Dengan kecepatan tinggi di Hades, double dash (dodge) adalah gaya hidup. Ini digunakan kurang untuk bertahan dan lebih untuk membangun posisi ofensif secara konstan. Dash melalui musuh, serang dari belakang, dash lagi untuk menghindar proyektil.
Batasan dan Kekurangan Double Dodgers: Jangan Terjebok Kultus
Sebagai ahli, aku harus jujur. Teknik ini bukan solusi ajaib.
- Penghabis Stamina: Di game dengan stamina ketat, dua kali dodge bisa mengosongkan 70% bar-mu, membuatmu tidak bisa menyerang atau lari. Know your limits.
- Membentuk Kebiasaan Buruk: Terlalu menggantungkan diri pada double dodge akan membuatmu menjadi pemain yang predictable di PvP. Lawan yang pintar akan menunggu recovery animation dodge kedua-mu untuk menghantam.
- Tidak Efektif untuk Semua Serangan: Untuk serangan AoE bertahan lama (lingkaran api di tanah) atau grab attack yang mengabaikan i-frame, double dodge sama sekali tidak berguna. Solusinya? Lari, jangan dodge.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pemain
Q: Apakah Double Dodgers dianggap exploit atau cheat?
A: Sama sekali tidak. Ini adalah pemanfaatan mendalam dari mekanik game yang ada (i-frame, recovery frame, stamina cost). Developer menyadarinya dan merancang beberapa musuh dengan pola serangan yang justru memaksa pemain menguasai teknik ini.
Q: Game apa yang paling penting untuk menguasai teknik ini?
A: Untuk pemula, aku rekomendasikan Hades atau Monster Hunter Rise. Kecepatan dan feedback-nya jelas. Untuk tingkat lanjut, Elden Ring atau Sekiro (di mana defleksi lebih utama, tetapi dodge tetap ada) akan menguji pemahamanmu hingga limit.
Q: Tombol mana yang terbaik untuk dodge? Haruskah saya remap?
A: Ini preferensi personal. Aku menggunakan tombol shoulder (L1/R1) untuk jari yang selalu siap, karena tombol face (O/B) sering mengganggu kontrol kamera. Coba berbagai setup dan lihat apa yang paling nyaman untuk ritme double tap-mu.
Q: Bagaimana cara berlatihnya tanpa frustasi?
A: Cari musuh early-game yang memiliki kombo 2-hit sederhana. Abaikan damage, fokus hanya pada menghindar. Hitung jedanya dengan keras. “Dodge… satu… dua… DODGE!” Setelah lancar, tambahkan satu serangan balik setelah dodge kedua. Ulangi hingga jadi otot memori.
Pada akhirnya, menguasai Double Dodgers adalah tentang naik level sebagai pemain. Ini mengubah reaksimu dari panik menjadi perhitungan, dari korban menjadi predator. Sekarang, masuk ke game, temukan bos yang selalu mengalahkanmu, dan terapkan prinsip ini. Siap untuk tidak pernah melihat layar “You Died” dengan cara yang sama lagi?